This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Kata Kata Unik,Lucu dan kocak Buat Facebook

Buat teman teman yang suka update status tapi pada gak  laku,coba deh pake kata kata di bawah ini,siapa tau laku.

“Apes dah… pagi-pagi mau online Facebook malah lupa password hags..”
Komen: dasar anak aneh, password lupa kok bisa nulis status FB hayooo.. (Kata-Kata Lucu)
“Gu3 p4Lin6 m4L3$ 54ma 73men-73men yG nuL1$ s7atu5 4Lay.. pLe45e dw33h..”
Komen: nah lo status mu gak alay apaan donk? (Kata-Kata Lucu)
“Sedang memandang tajam botol baygon ukuran 1 liter”
Komen: tebak kawan orang ini kira-kira mo ngapain?
A: buat bersihin toilet kali
B: ya buat nyemprot nyamuk laaa
C: bukan.. itu mau ngepel wkwkwkw
D: kagak.. mo cuci mobil tuh org hahaha )
“Akhirnya berhasil juga bunuh diri tadi..”
Komen: tuh kan makin aneh, kalao di neraka ada Facebook berarti di surga ada Twitter yaks? (Kata-Kata Lucu)
“Update status dulu ahhh.. moga gak ada yang mbaca status q kali ini.”
Komen: ini dia nih salah satu contoh orang yang frustasi karena add friends ditolak mulu wkwkwk
“Nyam nyam.. sedap banget kelar ngabisin 1 buah duren. Tapi durinya kok nyangkut di gigi yaks?”
Komen : Walaaa.. ni orang makan duren apa makan ikan asin ya hahaha. (Kata-Kata Lucu)
“Ternyata bener lelaki emang buaya ”
Komen: dia kira buaya gak ada yang berjenis kelamin wanita kali ya? ckckck… (Kata-Kata Lucu)
“Yang baca status ini pasti setuju. Meski sama-sama berjenis perempuan, pakaian kuntilanak jauh lebih sopan daripada pakaian cewek ABG sekarang…. ckckck.
Komen: Ya ampuun ni orang kok di sama sm kuntilanak *ikutan ckckck (Kata-Kata Lucu)
“Baru nyadar ternyata jarak Surabaya-Malang sama persis dengan Malang-Surabaya.. ternyata oh ternyata”
Komen : yaelah ini mah cuma di bolak balik doank
“Ayo ayo di klik jempol ‘Like’ yaa.. jangan sungkan-sungkan anggap ajja status FB sendiri… hwehehe
Komen: hahaha maksudnya apa coba?
“Maksud hati hanya mau buang KENTUT, tapi apa daya diri ini  ternyata ampas-ampasnya la kok NGIKUT wakakakakaa…
Komen: Hahahaha.. najis!! jujur banget nih orang.
“YANG GAK KOMEN STATUS GUE AWAS YA !!! ”
Komen: maksa banget ni anak… wkwkwk (Kata-Kata Lucu)
“Lagi Pengen Makan Keyboard”
Komen: waduh jangan deket-deket sama orang kek gini
“Yang bisa baca status gw pasti bakal nge-like, yang gak nge-like pasti lom bisa baca”
Komen: cara jitu biar pada ngeLike hahaha (Kata-Kata Lucu)
H4i C4P4 dcCaN4.. saL4m K3NaL YupsS,?
Koman: parah banget nih orang.. sudah alay, mau balas komen wall malah update status.. ckckck
“berakit-rakit kita kehulu, berenang kita sampai ketepian… ayo segera kita ke penghulu, agar tiap malam gak kesepian.
Komen: cara cerdas ngajakin nikah nih..
“Akan aku ingat selalu sampai lupa”
Komen: asli ngakak baca status ini wakakaka..
cowok : sungguh segalanya ini milik ALLOH dan akan kembali kepadaNYA. innalillahi wa innailaihi rajiun
cewek : ada apa?????
cowok : CINTA MATI
cewek : ourgh… so sweet…
cowok : kok so sweet sih…… Cinta kakaknya Tora beneran mati pagi tadi.
cewek : ohh kirain…. innalillahi wa innailaihi rajiun
Komen: ngakak jungkel-jungkel baca status ini (Kata-Kata Lucu)
“CAUTION TO : ALL.. tolong donk komentari status Q ini. Bukan apa-apa sih soale q udah buang pulsa yang tinggal seuprit  demi update nulis status ini. Jadi mohon di komen yaaa.. minimal di Like laa. Terimakaih atas keikhlasan jari anda.
Komen: sumpah.. kasihan banget ni orang… wkwkwkwk (Kata-Kata Lucu)
“Baru sehari yang lalu tapi serasa udah 24 jam”
Komen: emang shari itu berapa jam ya gan? (Kata-Kata Lucu)
“Mau nanya nih.. Gimana cara update status di Facebook?”
Komen: ni anak niatnya pingin nglawak, tapi apalah daya otak tak mampu.. hahaha (Kata-Kata Lucu)
 Gimana,lumayan apa kocak tenan rex?....

 Sumber:ingateros

Semoga BermamfaatShow all

Rabu, 18 Januari 2012

10 Kuburan Teraneh Di Dunia

Sumber: http://mediaonlinenews.com


Perkuburan Newgrage
Pekuburan yang letaknya di negara Irlandia ini adalah salah satu bangunan atau monumen pra-sejarah yang paling impresif dan megah di dunia. Dibangun sekitar tahun 3.300 sampai dengan 2.900 sebelum masehi, makam misterius ini termasuk sangat besar. Luas bangunan berbentuk bulat seperti bungker ini memiliki luas 4046 meter persegi dengan tinggi 12 meter.
Bangunan ini sebenarnya terdiri dari susunan batu-batu yang sangat rapi dan terdapat sejumlah peninggalan batu berukir megalitikum. Ini menunjukkan bahwa bangunan kokoh ini memang memiliki umur yang sangat tua, bahkan lebih tua dari piramida Giza dan Stonehenge.
Tana Toraja
Salah satu warisan kebudayaan yang dimiliki Indonesia yang sangat terkenal hingga ke luar negeri. Tana Toraja memiliki ritual pemakaman yang dianggap paling rumit di dunia. Upacara pemakamani itu disebut dengan Rambu Solo. Rambu Solo adalah sebuah upacara pemakaman secara adat yang mewajibkan keluarga yang almarhum membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi. Yang bikin rumit, adalah bahwa upacara Rambu Solo memiliki sejumlah tingkatan, tergantung pada strata sosial si mendiang dan keluarganya.
Yang paling menarik adalah ketika tahap terakhir upacara Rambu Solo dimana jenazah dibawa ke sebuah tebing khusus untuk pemakaman. Biasanya jenazah disertai dengan patung simbolisasi penggambaran diri mendiang yang disebut dengan nama Tau-tau. Yang mengherankan adalah mayat yang disimpan di tebing tersebut hanya diletakkan saja dan ajaibnya tidak pernah tercium bau busuk yang merebak.
Westminster Abbey
Westminster Abbey adalah sebuah gereja gothic yang sangat terkenal di London. Secara bangunan gereja tersebut memang tidak seheboh dan semegah bangunan-bangunan kuno yang lain. Tapi yang membuat bangunan yang dibangun oleh Pendeta Benedictine pada abad ke-10 adalah siapa yang dimakamkan di sana. Westminster Abbey adalah tempat pemakaman para raja-raja Inggris dan bangsawan lainnya.
Pada perkembangannya, makam tersebut menjadi tempat terakhir bagi orang-orang besar Inggris lainnya seperti Geoffrey Chaucer, Charles Dickens, Thomas Hardy, Rudyard Kipling, Alfred Tennyson, Sir Isaac Newton, Charles Darwin, dan Ernest Rutherford.
Giza Necropolis
Tak ada yang menandingi kompleks pemakaman yang paling megah, besar, luas, bahkan paling misterius di dunia selain Giza Necropolis. Kompleks pemakaman raja Mesir ini terdiri dari Piramida besar Giza, Piramida Khafre, Piramida Menkaure, Patung Sphinx, serta beberapa piramida-piramida kecil lain yang mengelilinginya.
Salah satu keajaiban dari pemakaman berbentuk segitiga unik ini adalah setelah diukur dengan benar oleh sejumlah ahli, maka piramida itu hanya memiliki margin error sebesar 58 milimeter!
Lembah Raja-Raja
Lembah Raja-Raja yang berada di Mesir menjadi sangat terkenal ketika pada tahun 1922, seorang ahli kebudayaan Mesir, Howard Carter, menemukan dan membuka makam Tutankhamen. Di sinilah merebak ’kutukan’ bagi mereka yang membuka makam tersebut. Maka satu per satu dari para penemu makam kuno itu mati dengan berbagai akibat.
Akibat ’kutukan’ itulah Lembah Raja-Raja menjadi sangat terkenal disamping juga penemuan yang di dapat di sana sangat luar biasa, seperti topeng emas Raja Tut.
Catacomb of Paris
Agak susah menjabarkan apa arti dari catacomb, tapi bisa dimaknai sebagai lorong-lorong bawah tanah, kadang memiliki ruangan-ruangan tergantung kebutuhan untuk apa ruangan tersebut dibuat. Catacomb yang paling terkenal adalah yang terletak di kota Paris, Perancis.
Pada tahun 1700-an, kota Paris menderita semacam penyakit yang diakibatkan oleh pemakaman massal yang kurang tepat di pemakaman umum. Penguasa kota akhirnya memutuskan memindahkan semua tulang belulang itu ke dalam sejumlah lorong-lorong di kota Paris yang tidak terpakai.
Maka, jadilah tulang belulang beserta tengkorak tersebut diletakkan di sana dan disusun sedemikian rupa di dalam lorong-lorong tersebut. Yang menjadi luar biasa adalah lorong bawah tanah yang terpakai untuk menyusun tulang belulang itu adalah hingga mencapai panjang 300 km! Untuk menjaga keaslian ruangan yang penuh tulang belulang itu, pemerintah kota hanya mengizinkan membuka sedikit akses ke dalam Catacomb of Paris ini.
Tentara Terracotta
Mungkin temuan tentang keberadaan patung tentara China yang ini sampai saat ini masih belum tuntas penggaliannya. Pasukan terracotta yang menakjubkan itu sempat terkubur dan dilupakan oleh sejarah, dan baru ditemukan kembali pada tahun 1974. Penemunya adalah Yang Peiyan dan beberapa petani yang sedang menggarap lahan.
Temuan ini sontak membuka tabir misteri keberadaan makam kaisar Qin Shihuang yang merupakan kaisar pertama di China yang mempersatukan dataran China. Tentara Terracotta Cina ini berkekuatan 8.000 pasukan, dan yang paling unik, setiap patung unik dan dibuat satu per satu sehingga tidak ada gambar wajah patung yang sama. Pasukan itu dibuat untuk melindungi kaisar di alam baka.
Capuchin Catacombs of Palermo
Di daerah Palermo, Italia, terdapat sebuah biara yang cukup aneh dengan upacara pemakamannya. Para pendeta membangun ruangan bawah tanah yang diperuntukkan untuk pemakaman, dan uniknya pemakaman yang dimaksud bukan memendam jenazah ke dalam tanah, tapi dengan cara melakukan proses pembalseman seperti mummi yang kemudian mummi tersebut didandani dengan pakaian lengkap dan digantung pada dinding biara! Uniknya lagi, para mummi ini bisa berganti pakaian layaknya manusia yang masih hidup, bahkan mengikuti trend pula!
Upacara pemakaman seperti ini berlangsung mulai dari abad ke-16 sampai dengan abad ke-19. Dan yang berhak untuk dimakamkan dengan cara itu adalah hanyalah para orang yang dianggap terkemuka. Terakhir pada tahun 1800-an dimana mayat terakhir di-mummi-kan, sudah ada 8.000 mummi yang menghuni di dalam biara tersebut.
Taj Mahal
Ini dia simbol dari sebuah rasa cinta yang agung. Selain sebagai perlambang cinta yang abadi, Taj Mahal juga bisa dianggap sebagai makam terindah yang pernah dibangun, karena di dalamnya bersemayam makam Raja Shah Jahan dan permaisurinya yang sangat dia cintai, Mumtaz Mahal.
Bangunan ini merupakan simbol dari kebesaran dinasti Mughal yang sangat termasyur di India. Pada masa kekaisaran dinasti Mughal, India mencapai masa keemasannya, dan Taj Mahal adalah salah satu bukti kebesarannya. Selain membuktikan kekayaan dinasti Mughal (penggunaan batu marbel dan segala perniknya yang sangat detil menunjukkan besarnya kekayaan dinasti tersebut), juga keindahan arsitekturnya yang sangat menawan dan sangat simetris.
Kota Mati di Ossetia Utara, Rusia
Dari kejauhan, lembah ini dipenuhi oleh sejumlah gedung dan bangunan yang mirip dengan rumah batu, tidak jauh bedanya dengan desa-desa pada umumnya di Rusia. Namun, kalau diamati lebih teliti, ada yang janggal dengan bangunan-bangunan tersebut. Kalau kita intip ke dalam, barulah kita sadar bahwa bangunan itu isinya adalah tubuh manusia yang termumifikasi dengan pakaian yang lengkap.
Menurut kabar, pada abad ke-18, daerah Ossetia sedang mengalami wabah penyakit yang mematikan. Nah, para anggota keluarga yang terkena wabah tersebut akhirnya dikarantina dengan membuatkan bangunan yang khusus. Bangunan itu dirancang agar anggota keluarga yang sakit itu tidak bisa kemana-mana, hanya diberi lubang kecil saja untuk memasukkan makanan ke dalam ruangan tersebut. Tentu saja yang terjadi adalah kematian pelan-pelan karena tidak ada pertolongan yang memadai bagi si sakit.


Semoga Bermamfaat

Jumat, 06 Januari 2012

Nisan Berdarah Versi Asli (Murni)

Sumber:Alan Santri

Cerita Rakyat
Antara Martapura dan Djohor
Mashor adalah pemuda yang bertempat tinggal
di desa yang sekarang sekitar Pekauman dan
Teluk Selong. Mashor berasal dari keluarga yang
miskin, tetapi mempunyai pendidikan yang
tinggi dan budi akhlaknya tinggi. Dia mempunyai
keahlian membaca Al-Quran yang sangat indah
didengar. Mashor sebagai orang yang tidak
mampu ikut bekerja di rumah Fatimah sebagai
pembantu.
Fatimah merupakan gadis dari keluarga kaya dan
tedrpandang. Mereka tinggal disebarang desa
Mashor, mungkin sekarang daerah Kampung
Melayu. merupakan keluarga pedagang yang
mempunyai hubungan dagang keluar daerah.
Terutama daerah Singapura.
Mashor sebagai pembantu mempunyai banyak
pekerjaan yang harus dilakukannya seperti
menimba air, memotong kayu, dan lain-lain.
Hari demi hari, bulan demi bulan, itu itu saja
yang dilakukannya untuk membiayai hidup dan
orang tuanya, Selama bertahun tahun Mashor
bekerja dirumah keluarga kaya itu, bahkan sejak
Mashor dan Fatimah masik kanak kanak,.
Waktu terus bergulir, Mashor dan Fatimah sama
sama berkembang tumbuh menjadi pemuda
dan gadis yang beranjak dewasa. Dan seiring
perkembangan itu membuat Fatimah dan
Mashor secara tidak sadar saling jatuh hati .
Tetapi karena Mashor pemuda yang cerdas,
membuat ia sadar bahwa dirinya tidak sepadan
dengan gadis pujaannya karena status sosial
yang sangat jauh berbeda, hingga keduanya
berupaya menjaga ketat kerahasiaan hubungan
percintaan mereka, membuat hubungan mereka
tidak diketahui oleh keluarga.
Orang tua Fatimah sangat menyadari kelebihan
yang ada pada diri pembantunya itu, dan
merekapun mengagumi pemuda itu, karena itu
maka secara diam diam ayah Fatimah selalu
memperhatikan pesuruhnya itu. Akhirnya Ayah
Fatimah menyadari bahwa antara anak gadisnya
ada hubungan istimewa dengan pemuda itu, lalu
secara diam diam ayah Fatimah bermaksud
menjodohkan Fatimah dengan Mashor.
Untuk meyakinkan dugaannya akan kebaikan
dan kemuliaan akhlak Mashor, , maka ayah
Fatimah mengatur siasat.
Suatu hari ia memanggil Mashor, ia suruh
Mashor menemani Fatimah malam nanti, karena
mereka suami isteri akan bepergian ke luar kota
Martapura. Lalu, sehabis asar, ayah Fatimah
bersama isterinya berangkat dengan kenderaan
kereta kuda,
Selama diperjalanan, ibu Fatimah memperotes
suaminya, kenapa ia suruh Mashor menemani
Fatimah, hanya berdua hingga malam hari lagi,
ibunya Fatimah sangat khawatir kalau kalau
terjadi hal hal yang tidak pantas antara mereka
berdua, mengingat mereka berdua sama sama
anak muda. Ayah Fatimah, tidak maladeni
omelan isterinya, bahkan ia hanya tersenyum
untuk meyakinkan isterinya.
Namun setibanya ditempat tujuan, setelah
beristirahat, menjelang magrib, ayah Fatimah
kembali ke Martapura seorang diri. Sampai di
Martapura, hari mulai agak gelap, ayah Fatimah
mendekati rumah secara sembunyi, dan
mengendap kebawah kolong rumah
panggungnya.
Sambil menahan gigitan nyamuk, ayah Fatimah
berusaha menahan diri agar keberadaanya tidak
diktahui oleh anak dan pembantunya itu. Ia
berusaha mengintip apa yang mereka lakukan,
sambil terus waspada, siap menyerbu jika saja
Mashor melakukan pebuatan tidak senonoh.
Waktu magrib tiba, ia mendengar obrolan ringan
antara Mashor dengan Fatimah, ia pasang telinga
mendekat kelantai rumah diatas kepalanya agar
dapat mendengarnya dengan lebih jelas,
Ading Timah ! Unda handak sambahyang
magrib, ayu kita baimaman ( Dik Fatimah, aku
mau sholat magrib, mari kita berjamamah ),
Enggeh Ka Mashor, tapi kita kada boleh baduaan
sakamar ( ya Kak Mashor, tapi kita tidak boleh
berdua saja dalam satu kamar )
Kada usah kita sakamar, Nyawa buka haja
lawang tu supaya kamar kita tasambung, Unda
sambahyang disini Nyawa disana ( tidak usah
sekamar, cukup buka pintunya saja agar dua
kamar ini terhubung, aku disini, kamu disana)
Mereka sholat magrib berjamaah tapi tetap
dikamar masing masing. dilanjutkan dengan
wirid dan do a. Usai sholat, kedua anak muda itu
pun melanjutkan pembicaraan, sayup
kedengaran kebawah kolong rumah, karenanya
ayah Fatimah sekali lagi harus mendekatkan
telinganya kelantai rumah diatas kepalanya,
hingga pembicaraan anak dan pembantunya itu
cukup jelas didengarnya, keduanya
mengungkapkan perasaan hatinya dari kamar
masing masing.
Fatimah, dan Mashor berjanji untuk dapat hidup
bersama, sama sama berusaha menyingkirkan
apapun halangan yang akan mereka alami
nantinya, keduanyapun saling bersumpah setia,
dan dalam ucapan janjinya Mashor pun
menambahkan dengan kalimat “Ashadu allailaha
illallah”…. Dan Fatimah menyambungnya dengan
kalimat “Asyhadu annna
Muhammadarrasulullah” Baik Mashor maupun
Fatimah, sama sama berdo a dalam hatinya,
agar tidak dimatikan oleh Allah sebelum
dipersatukannya bagaikan bersatunya dua
kalimat syahadat yang mereka ucapkan.
Setelah itu sudah nampak jelaslah bagi ayah
Fatimah, bagaimana mulianya akhlak Mashor,
yang ternyata sangat dicintai oleh anak gadisnya,
jangankan menyentuh perempuan yang bukan
muhrimnya, untuk sholat berjamaah saja ia tidak
mau berduaan dalam satu kamar dengan gadis
yang dicintainya.
Ayah Fatimah buru buru mengendap endap
keluar kolong, pergi meningalkan rumah itu, dan
kembali keluar kota, secepatnya agar bisa sholat
magrib sebelum habis waktunya.
Usai sholat magrib, ia panggil isterinya, ia
ceritakan apa yang didengarnya, dan ia
meyakinkan isterinya bahwa Mashor
pembantunya itulah pemuda yang sangat cocok
untuk jodoh anak mereka Fatimah, karena sudah
teruji kejujuran dan kemuliaan akhlaknya.
Waktupun berlalu, Mashor tetap bekerja
sebagaimana biasa, tapa ada yang menyadari
perihal hubungan asmara antara dirinya dengan
anak majikannya, bahkan keduanya tidak
menyadari klau kedua orang tua Fatimah sudah
mengetahuinya.
Suatu hari, datanglah sepucuk surat dari
Pengadilan Agama Malaysia, isinya
memberitahukan bahwa seorang laki laki yang
berasal dari Martapura telah meningal dunia,
meninggalkan sebidang kebun karet di wilayah
Johor, tanpa ada ahli warisnya di Malaysia.
Menurut pihak Pengadilan, setelah melakukan
penelitian , ternyata ahli waris satu satunya dari
orang yang meninggal itu adalah bernama
Mashor yang tinggal di Martapura, dan saat itu
harga karet sedang bagus bagusnya.
Mashorpun bermaksud berangkat ke Johor
untuk mengurus harta warisan yang
diperolehnya. Ia berpamitan kepada majikannya,
termasuk kepada Fatimah gadis yang dicintainya.
Saat Mashor berpamitan, Fatimah berjanji untuk
menunggunya, dan Mashor selesai urusannya di
Johor segera kembali dan suatu saat akan
melamarnya. Sebelum berangkat, mashor
bermohon diri kepada segenap anggota keluarga
itu,
Berselang beberapa waktu setelah kepergian
Mashor ke Malaysia, meletus konfrontasi antara
Indonesia dan Malaysia, seiring dengan itu
Mashor pun tidak ada kabar beritanya lagi.
Suatu hari datanglah utusan dari keluarga kaya
bernama Muhdar yang masih ada hubungan
keluarga dengan Fatimah, membawa kabar
bahwa keluarga itu hendak badatang (melamar)
Fatimah.
Mengingat sudah sekian lama orang tua Fatimah
tidak mendengar kabar tentang keberadaan
Mashor seeiring meletusnya konfrontasi, maka
kedua orang tua itu berusaha membujuk
Fatimah agar mau menerima lamaran keluarga
Muhdar. Dngan persaan galau ditengah ketidak
pastian keberadaan Mashor, Fatimah tidak
berdaya menolak bujukan orang tuanya, hingga
meski dengan berat hati ia mesetujui keinginan
ibu bapaknya untuk menerima lamaran Muhdar,
dia sadar kalau menentang kemauan orang
tuanya sama saja dengan menyakiti perasaan
mereka, padahal menyakiti hati orang tua adalah
perbuatan yang durhaka Dia kenal betul perangai
Muhdar, walaupun kaya tetapi dia tidak
mempunyai budi pekerti dan ilmu agama sebaik
Mashor. Dan ia tidak dapat mendustai hatinya
yang masih tetap setia mencintai Mashor, cinta
yang diyakininya membawa kebahagian di dunia
dan di akhirat, yaitu hidup bersama Mashor,
pemuda yang alim dan baik budi.
Utusan keluarga Muhdar datang melamar,
lengkap dengan barang bawaan, sesuai dengan
derajat kekayaan orang tersebut saat itu. Niat
Muhdar disambut baik oleh keluarga Fatimah,
mereka sepakat untuk mengadakan perkawinan
besar-besaran. Hal ini tidak menjadi beban bagi
Muhdar karena kekayaannya .
Keluarga Muhdar datang dengan beberapa kapal
besar yang membawa jujuran ( mas kawin ).
Ada kapal yang membawa isi kamar
lengkap,perhiasan emas dan batu permata, ada
pakaian wanita yang indah-indah. Bagi keluarga
Muhdor semua itu hal biasa, karena bisnis
dagang keluarga ini hingga ke Singapura berupa
batu permata dan kain. Mereka mempunyai
banyak pelanggan di Singapura. Pada jaman
tersebut sungai Martapura digunakan sebagai
jalur perdagangan. Kapal-kapal besar pedagang
Martapura sering berangkat membawa barang
dagangan ke Pulau Jawa dan Sumatera hingga
Singapura dan Malaysia. Sesuai dengan jalur
perdagangan dunia antara Malaysia dan pulau
Sumatera.
Akhirnya acara pernikahanpun dilangsungkan,
dan pada saat bersamaan Mashor tiba tiba
datang.
Dengan segala kebesaran jiwanya, dan karena
cinta yang tulus kepada Fatimah, Mashor
merelakan Fatimah dinikahkan dengan laki laki
pilihan orang tuanya, ia relakan Fatimah
memenuhi permintaan orang tuanya karena
Fatimah harus berbaktinya kepada ibu bapaknya.
Sebagaimana lazimnya adat, keluarga dan
tetangga bergotong royong menyiapkan
upacara itu, manajak sarubung (membuat tarub)
, manajak tungku pangawahan ( membuat
tongko untuk kuali besar ), menghias rumah dan
kamar pengantin, Dengan segenap kekuatan
jiwanya, menahan perasaan, Mashorpun ikut
membantu segala persiapan itu.
Saat Mashor memindahkan kayu bakar
kesamping rumah, tiba tiba dari jen dela ada
yang membuang sampah dan sampah itu
mengenai Mashor. Mashor menengadah, dan
dari jendela muncul kepala seorang perempuan
yang ternyata adalah Fatimah, mereka bersadu
pandang, tanpa senyum, tak sepatahpun kata
terucap, namun dalam hatinya Mashor berkata
“ duh nasibku, orang kucintai, sudah berjanji
sehiiiiiiiiiiidup semati, kini menikah dengan orang
lain, bahkan kini aku ditimpuki sampah ……………..
Fatimah dalam hatinya juga berkata, maaf Kak
Mashor, kasihan sekali, aku tidak sengaja,
maafkanlah aku Kak! ………………
Malam pertama, sebagai perempuan yang
mengerti dan taat beragama, Fatimah sadar ia
harus melayani suaminya Muhdor. Tapi
disebagian hatinya ada rasa bersalah, besalah
kepada Mashor karena ia pernah berjanji untuk
hidup bersama denganMashor, janji yang diikat
dengan sama sama mengucapkan dua
penggalan kalimah syahadat, sepenggal
diucapkan oleh Mashor dan sepenggal lagi
diucapkan oleh Fatimah.
Fatimah meminta izin kepada Muhdor suaminya,
ntuk meminta ridlo kepada Mashor karena ia
tidak dapat menepati janjinya dulu untuk hidup
bersama. Muhdor mengizinkan dengan syarat
bahwa Fatimah hanya boleh bertemu dan
berbicara kepada Mashor dari depan rumah
sementara Mashor tetap di dalam rumah,
Mashor tidak boleh keluar umah barang
selangkah, dan Fatimah tidak boleh masuk
rumah Mashor selangkah juapun. Muhdor bisa
percaya pada Fatimah karena ia tahu isterinya itu
memang wanita salehah yang dapat dipercaya.
Malam itu, Mashor yang sedang berbaring sedari
tadi, namun matanya tidak kunjung mengantuk,
khayalannya mengembara kemana mana, tiba
tiba ia mendengar langkah kaki, langkah kaki itu
seperti sudah dikenalnya, namun ia tidak
memastikan itu siapa, semakin dekat bunyi
langkah itu semakin jelas, ia seakan mendengar
bunyi langkah kaki Fatimah. Dan Mashor pun
langsung melompat dari pembaringannya begitu
ia mendengar pintu depan rumah diketuk.
Mashor tidak yakin yang datang malam itu
adalah Fatimah, meski demikian ia tetap
membuka pintu tapi tidak mempersilakan
Fatimah masuk, karena ia sadar bahwa yang
datang malam itu adalah isteri orang dan ia
sendiri sedang sendirian dirumah.
Fatimah mengemukakan maksudnya untuk
meminta maaf karena tidak bisa menepati
janjinnya, karenanya ia meminta Mashor agar
sama sama menarik kembali janji mereka dulu
dengan sama mengucapkan kembali dua
kalimah syahadat. Lalu Fatimah mengucapkan
kalimat “Asyhadu allailaha illallah”…. dan Mashor
pun mengucapkan “Asyhadu anna
muhamadarrasulullah”
Fatimah pun pulang. Sepulangnya Fatimah,
mashor kembali dalam kesendiriannya
Mashor yang belum tidur melihat dari kejauhan
warna merah di langit yang menadakan ada
kebakaran besar. Dia yakin kebakaran itu berada
di rumah Fatimah. Tanpa peduli apapun dia
langsung berlari mengambil jukung. Setelah
sampai di rumah Fatimah dia diberitahu bahwa
Fatimah terjebak di dalamnya.
Malam itu, rupanya Muhdar dan Fatimah tidur di
kamar penganten. Belum sempat malam
pertama itu terjadi ternyata rumah Fatimah
terbakar akibat api dapur yang lupa di matikan.
Muhdar lari keluar dengan segera
menyelamatkan diri, tanpa memperdulikan
Fatimah. Api semakin membesar, Fatimah
terjebak di dalamnya.
Sesampainya dirumah Fatimah yang terbakar
itu, dengan kekuatan Cintanya Mashor
menerobos api. Ia menemukan Fatimah dalam
keadaan pingsan karena terlalu banyak
menghirup asap. Dia angkat Fatimah dalam
gendongan melewati api yang besar. Dengan
badannya dia melindungi Fatimah dari jilatan api
dan kayu rumah yang berjatuhan. Setelah dia
sampai diluar, Mashor disambut Muhdar dengan
merebut Fatimah dari pangkuan Mashor.,
Mashor pun pingsan karena terlalu banyak luka
bakar yang dialaminya.
Keluarga Fatimah memerintahkan agar mashor
dirawat kembali di gubuk tempatnya bekerja.
Dan menginginkan agar peristiwa heroic ini
jangan sampai diketahui Fatimah.
Subuh harinya mashor tidak bisa bertahan. Dia
meninggal karena luka bakar yang terlalu parah.
Setelah sholat dzuhur dia dimakamkan di daerah
perkebunan karet tersebut. Atau tepatnya
sekarang berada di desa Tungkaran. Makam
Mashor sederhana dengan nisan ulin. Untuk
mencegah gangguan babi hutan kuburannya
diberi pagar dari bambu.
Semuanya berada di pemakaman, baik teman-
teman Mashor maupun keluarga Fatiamah.
Tetapi Fatimah tidak mengetahui kematian ini. Dia
masih lemah di kamar rumah Muhdar. Dia
masih bertanya di dalam hati bagaimana dia bisa
selamat, padahal suaminya sendiri
meninggalkannya saat kebakaran itu terjadi.
Sewaktu malam hari pertanyaan itu di
keluarkannya pada acil ijah yang sejak kecil
merawatnya. Acil ijah tahu betul perasaan
Fatimah kepada Mashor. Karena tidak dapat
mendustai tuannya yang sejak kecil dia pelihara
tersebut akhirnya dia ceritakan peristiwa
kebakaran itu.
Fatimah yang sangat rindu Mashor akhirnya
menanyakan keberadaan Mashor. Dengan
sangat hati-hati acil ijah menceritakan kematian
Mashor dan memberitahukan letak kuburannya.
Dia berjanji menemani Fatimah besok pagi untuk
ziarah ke kuburan Mashor.
Fatimah Sangat terpukul hatinya mengetahui
pemuda yang menyelamatkannya dan
dicintainya telah tiada. Menangislah Fatimah
sejadinya. Setelah semua orang terlelap tidur,
jam 3 subuh tanpa sepengetahuan yang lain
Fatimah keluar rumah. Dia tidak dapat
menyimpan perasaan rindu dan dukanya.
Tanpa menunggu siang dia bertekad harus
menemukan kekuburan mashor. Dia tidak yakin
kekasihnya sudah meninggal jika tidak
menemukan kuburannya langsung. Dia
seberangi sungai Martapura dan berjalan
menyisir jalan setapak. Dia masih ingat letak
kebun karet keluarganya ketika ayahnya pernah
mengajaknya sewaktu kecil. Malam itu hari hujan
dengan deras tetapi tidak menyurutkan hati
Fatimah, di dalam hatinya hanya ada satu nama
Mashor. Dipikirannya hanya ada satu wajah
Mashor pemuda yang sangat mengerti dirinya.
Setelah tiba di kebun karet keluarganya, Fatimah
tanpa sadar dan mungkin karena ilusi yang
muncul karena obsesinya bertemu mashor, dia
melihat Mashor berdiri, tersenyum
kepadanya di tengah rintik hujan.
Tanpa berpikir panjang Fatimah berlari ingin
memeluk tubuh kekasihnya, melepaskan segala
kerinduannya. Fatimah menubruk tubuh lelaki
itu, hingga ia seniri terjatuh, tanpa disadarinya
pagar yang terbuat dari bambu yang melindungi
kuburan Mashor menusuk tubuh Fatimah tepat
di dadanya. Darah mengucur dan menetes di
atas kubur Mashor dan melumuri nisannya.
Fatimah meninggal dengan senyum, dia yakin
telah menemukan cintanya, NISAN BERDARAH
sebagai saksinya.
Dikutip dan diedit dari tulisan Jazuli Rahman Blog
Xna kool 3 Juli 2009 22:26 oleh QUTUL HAKIR
(Kurniadi ) untuk versi berbeda.
Ditulis oleh arifin62
by alan santri
sumber arifin62.wortdpress.com 

Semoga Bermamfaat

Cinta Yang Berakhir di Ujung Bambu


Karya:Wahyuda Akbar Rifani

Pada Jaman dahulu,hiduplah Keluarga,sebut saja keluarga itu Keluarga Pak Samsul,Keluarga ini hidup sangat pas pasan,Rudy adalah anank tunggal mereka,Rudy lah tulang punggung dari Keluarga ini,Ibu dan Ayah nya sakit sakitan,maka itu terpaksalah Rudi yang mencari nafkah untuk keluarga.

Untuk Mencari nafkah untuk keluarganya,Rudy bekerja di Rumah Keluarga Gunawan,keluarga ini terbilang berkecukupan.Di keluarga ini Rudy bekerja sebagai Tukang Kebun dan Penjaga Rumah. Gunawan dan Istrinya Hanya Pulang 3 Bulan Sekali karena Sering Keluar Kota untuk Melakukan Bisnis penjualan Intan,Berlian dan Kain Sutra,Maklumlah mereka saudagar kaya Raya.Di rumah yang di jaga Rudy, hanya ada pembantu dan Anak Tunggalnya,sebut saja namanya Aisyah.Aisyah adalah anak yang Baik,Sholeh dan Selalu patuh terdap orang tua.

Bertahun tahun Rudy Bekerja di rumah Keluarga Gunawan,hingga suatu hari Rudy dan Aisyah Jatuh Hati,akhirnya Mereka menjalin Hubungan,Tetapi Hubungan Ini dirahasiakan Pada Kedua orang Tua Masing Masing,di sebelah pihak Aisyah,keluarganya  tidak menyukai Rud jika menjalin hubungan dengan Anaknyai,Karena Rudi anak seorang Keluarga miskin dan sekaligus Tukang kebun Rumah  dan Penjaga rumah mereka,di lain hal Keluarga ini memegang teguh Adat dari Keluarga mereka,yaitu tidak akan menikahkan dan mengawinkan Anaknya ke pada Orang selain Keturunan bangsawan dan kaya raya.Di sebelah pihak Keluarga Rudy,Bapak Dan Ibu Rudy pasti tidak mendukung karena Tidak mungkin Seorang Anak Dari Keluarga Miskin Menikah dengan Anak seorang  Kaya Raya.

Lama kelamaan mereka menjalin Hubungan,Hubunga merekapun makin jauh,mereka pun sering bertemu,hingga akhirnya hubungan mereka di Ketahui Keluarga Aisyah,Reaksi Marahpun keluar dari Keluaga Ini,Akhirnya Rudy di pindah dari rumah keluarga ini,ke Kebun Karet yang letaknya sangat jauh dari rumah Aisya,kalaupun Mereka mau bertemu,mereka harus menyebrangi Danau.
Setelah kejadian ini,Keluarga Dari Pihak Aisyah Menjodohkan dengan Surya,anak Teman mereka yang juga kaya Raya.Mereka lantas di tungkan dan akan di Kawinkan,tetapi di dalam hati Aisyah,Ia tidak mau dikawinkan dengan Surya,mengingat Anak Ini tidak mempunyai Budi pekerti yang bagus,Aisyah hanya mencintai Rudy,Aisyah akan Bahagia Dunia Akherat,tetapi Jika Ia Memilih Rudy maka berarti ia akan menentang orang tuanya.Dan Jika ia memilih Surya Ia tidak akan membangkang Orang tuanya,tetapi ia tidak akan Bahagia Dunia Akherat.Hal ini membuat Aisyah Bimbang,dengan fikir dan mengambil keputusan yang di rasanya tepat,Aisyah memutuskan Akan memilih Surya,walaupun ia tidak Bahagia Dunia Akherat,tapi dia tidak ingin menjadi anak Yang membangkang.

Akhirnya,prosesi Pernikahan akan dimulai,tepatnya Esok Hari,Malanya Surya datang Dengan  Berpuluh puluh Kapal Yang Besar dan Mewah,ada kapal yang membawa Keluarga surya,ada juga yang membawa Mas Kawin serta  Barang Barang prabotan Kamar.

Keesokan Harinya,Pernikahan pun dimulai,Dengan pesta yang mewah dan juga besar.Semua orang Di Udang,kecuali Rudy dan Keluarganya.Di setiap pernikahan pasti adalah hari yang membahagiakan bagi semua orang,namun tidak untuk Aisyah,tetapi apa daya ia hanya bisa pasrah.

Malam pun Beranjak,Malam Pengantin Pertama Pasangan ini,namun belum mereka duduk dan istirahat, Terdengar suara Ledakan,Api pun melalap rumah Keluarga ini,semua orang termasuk Surya keluar,tatapi Aisyah Masih di dalam,Aisyah pun berteriak teriak,tidak ada seorang pun mendengar,karena suara Aisyah terbaur dengan suara teriakan orang,akhirnya Aisyah pingsang karena Kebanyakan menghitup asap.semua orang  pun sudah mengira bahwa Aisyah sudah meninggal.Di di lain tempat,Rudy melihat,api yang kemerahan dari kejauhan,Rudy yakin kalau api itu bersember dari Rumah Aisyah yang terbakar.Segera lah Rudy,pergi ke tempat itu,dengan lari sekuat tenaga dan menyeberangi danau, akhir sampailah Rudy di tempat itu,Namun Tidak ada Aisyah yang dilihatnya,yang ada hanya teriakan Orang yang memanggil Aisyah,Yakinlan Rudy kalau Aisyah Masih di dalam,lalu dengan Tidak memikirkan keselamatannya Rudy menorobos Masuk kedalam Rumah,di dalam rumah Aisyah sudah tergeletaklah, Aisyah dalam keadaan pingsan karena terlalu banyak menghirup asap.Segeralah Rudy megggendong Aisyah,dan membawanya keluar,setelah sampai di luar,Aisyah pun selamat,namun tidak dengan Rudy,Rudy pingsan karena Tubuhnya penuh luka Bakar.Melihat Kejadian ini,Orang Tua Aisyah tidak ingin putrinya mengetahui Kejadian Herois ini,Rudy pun di Bawa ke pondonya,dan di sanalah dia di rawat,sedangkan Aisyah yang masih pingsan,Ia hanya di rawat di rumah.

Keesokan Harinya,Aisyah Tersadar.Aisyah pun dalam keadaan yang lemah,ia terfikir siapa yang menyelamatkan dia,ia terfikir tidak mungkin jika suaminya yang menyelamatkannya,sedangkan suaminya meninggalkannya pada saat kebakaran.Lantas bertanyalah ia pada semua orang,tapi semua orang hanya bungkam karena mereka di suruh untuk merahasiakan oleh Orang Tua Aisyah.Di lain Hal,tepat jam 8 pagi,Rudy meninggal karena tidak kuat lagi menahan luka bakar yang cukup parah.setelah Sholat Dzhur,Rudy di makamkan,Semua teman,kerabat dan keluarganya Menghadiri pemakaman,tetapi tidak Pada Aisyah.

Aisyah Masih terfikir siapa yang menyelamatkannya,ia pun lantas menanyakan pada Pengasuh semenjak dia Kecil,Sebut saja Mbo Tati.Karena tidak tega dan merasa kasihan,ia lantas mengatakannya Bahwa Yang menyelamatkan Aisyah Rudy,tetapi Sayangnya Rudy sudah menginggal.Mendengar kejadian ini,Aisyah sangat sedih,hatinya bagai di toreh dengan pisau dan berlinarlah air matanya.Ia pun meminta pada Mbok Tati agar Diantarkan ke makan Rudy,Mbok Tati pun Mengiyakan.tapi  Mbok tati meminta agar besok hari,karne mengingat hari yang sudah gelap.

Malam Pun Berlalu,Aisyah semalaman menangis,Karena sedih dan rindu dengan Rudy,akhirnya karena ketidak sabarannya,ia pun memaksakan diri untuk ke makan Rudy,walau Masih malam hari.Akhirnya ia pun kabur,dengan Hati yang sedih dan Rindu dengan Rudy,ia pun lari dengan sekencang kencangnya,tempat yang di tuju Aisyah adalah Makan Rudy.Setelah dekat makam rudy,Aisyah melihat Sosok Rudy yang ternyata ini adalah Imajenasinya akibat dari kerinduan akan pada Rudy.Lantas Aisyah langsung memeluk Bayangan ini.ternyata Yang di peluk Aisyah Bukan Rudy,melaikan Bambu Runcing yang digunakan untuk memagari makam Rudy agar tidak di rusak Babi Hutan.Bambu Runcing itu tertusuk ke Dada Aisyah,darah pun bercucuran membasahi makam Rudy.Aisyah jatuh tergeletak dan Aisyah dalam keadaan tersenyum  karena ia yakin suatu saat nanti ia akan bertemu dengan Rudi.


Semoga Bermamfaat

Kamis, 05 Januari 2012

Garam Dulu Mahal sekarang Lumrah

Sumber: Asal Usul

"Bagai sayur tanpa garam". Ungkapan ini menandai fungsi garam se-bagai penyedap masakan. Namun, agaknya, garam yang diperkenalkan oleh bangsa Eropa telah lama mewarnai peradaban manusia. Bahkan, dalam kitab suci Ibrani (Leviticus 2:13), terpetik "...dalam semua sesajimu kamu harus mempersembahkan garam."

Jauh sebelum menjadi penghuni dapur, derajat garam dulu amat tinggi. Ia punya "hubungan khusus" dengan adat istiadat. Menurut adat di berbagai belahan dunia, para tamu yang memasuki rumah akan diberi roti dan garam. Bahkan, pengantin baru dihidangi anggur, roti, dan garam. Karena dianggap tinggi nilainya, garam sempat dijadikan mata uang. Kata salary berasal dari bahasa Latin salarium, yang merujuk pada pembayaran yang dilakukan para serdadu Romawi untuk membeli garam.

Sampai akhirnya, di Afrika Tengah, garam menjadi teman nasi yang lumayan mewah. Garam yang diperkenalkan oleh bangsa Eropa ini mengandung unsur - ion-ion sodium dan klorida - yang merupakan zat gizi penting, menjadikan garam salah satu zat paling pokok bagi manusia. Selain itu, rasa asinnya, adalah salah satu dari keempat rasa dasar. Karena fungsinya sebagai bahan pengawet dan penyedap rasa, maka garam juga menjadi sumber mineral cukup berharga.

Air laut merupakan sumber berlimpah garam dengan kandungannya yang mencapai 35 bagian per seribu. Sodium klorida merupakan unsur terbesar dari garam, lebih dari 77%. Garam yang lainnya mengandung magnesium klorida, magnesium sulfat, kalsium sulfat, potasium klorida, dan sedikit magnesium bromida serta kalsium karbonat. Secara fisik, sodium klorida merupakan kristal berbentuk kubus, bisa tanpa warna, transparan, ataupun berkilau.

Tak heran kalau cara paling gampang memperoleh garam adalah dengan menguapkan air laut. Untuk itu diperlukan suatu kelembaban yang rendah dan sinar matahari yang cukup. Air laut yang telah diuapkan disalurkan kedalam tiga atau empat panci pengkristal yang konsentrasinya secara perlahan dinaikkan. Garam yang mengkristal di setiap panci dikumpulkan, dicuci dengan larutan air garam jenuh, dicuci ulang dengan air tawar, dikeringkan, lalu siap dilempar ke pasar. Metode ini masih digunakan di banyak penjuru dunia (termasuk AS, Afrika, dan India) dan menyumbangkan 10% dari pasokan garam yang dibuat.

Namun, sumber garam bukan di laut saja. Garam juga muncul secara alamiah dalam bentuk kristal padat dari unsur-unsur halite, atau bongkahan garam, yang terbentuk dari penguapan lautan berusia sangat tua.
Selain digunakan sebagai penyedap rasa dan pengawet, garam juga dipakai untuk memproses acar dan keju serta untuk mengawetkan ikan dan produk daging. Kulit binatang diproses dengan garam sebelum dibuat menjadi bahan kulit. Garam pun tak bisa dilepaskan dari pembuatan bahan-bahan kimia seperti asam hidroklorida, sodium hidroksida, dan sodium bikarbonat. Dalam proses industrial ia juga berfungsi sebagai bahan mentah. Air garam banyak digunakan dalam proses refrigerasi dan pendinginan.
Dalam proses pendinginan, 36 g garam yang dilarutkan kedalam 100 g air bersuhu 15,5oC, maka suhu larutan yang dihasilkannya kurang lebih akan tereduksi 3,3oC sampai 5,5oC. Karena bersifat higroskopis, dalam kondisi normal garam akan menyerap air dari atmosfir. Inilah sebabnya mengapa garam mudah larut dalam air.

O iya, masih ada fungsi garam di negeri yang memiliki empat musim. Garam sering ditebarkan di jalanan pada musim dingin untuk mencairkan es dan salju. Begitu banyak fungsi garam. Tapi, Anda penderita hipertensi, jauhilah garam.



Semoga Bermamfaat

Senin, 26 Desember 2011

Balian Mumbur (Cerita Rakyat Kalimantan Selatan)

Sumber: Kerajaan Banjar Virtual

Kisah ini berasal dari kepercayaan orang Dayak Bukit di daerah Sampanahan, daerah di ujung tenggara pulau Kalimantan berseberangan dengan Kotabaru Pulau Laut Kalimantan Selatan. Orang tua di sana bercerita secara turun temurun mengenai kisah seorang pemuda bernama Tanghi yang berubah menjadi Balian Mambur (tabib sakti menurut kepercayaan Kaharingan).
Menurut cerita, ada seorang anak bernama Tanghi yang sejak kecil sudah ditinggal mati kedua orang tuanya. Hidupnya tidak karuan dan luntang lantung mengharap belas kasihan orang. Akhirnya di kampung itu ada seorang duda yang merasa kasihan dengan Tanghi dan mengangkatnya menjadi anak. Tanghi kemudian dewasa dengan bimbingan dan lindungan oleh orang yang sudah dianggapnya ayah ini. Dia diajari bertanam, berburu, dan berbagai keahlian hidup lainnya. Tanghi merasa sangat menyayangi dan menghormati ayah angkatnya ini. Tiba-tiba bencana kembali mendatangi hidup Tanghi, ayah angkatnya yang sangat disayangi meninggal dunia. Sebagai remaja tanggung Tanghi sangat terpukul dan tidak tentu arah memikirkan nasib hidupnya kelak. Setelah ayahnya selesai dikuburkan, Tanghi tidak mau meninggalkan kuburan ayahnya ini, dia terus menerus menangis dan meratapi kepergian ayahnya. Selama tiga hari tiga malam Tanghi menjagai kuburan ayahnya, pada malam ketiga Tanghi merasa kelelahan dan tertidur di dekat kuburan itu.
Pada saat itulah datang Bumburaya (sejenis hantu pemakan mayat), menurut kepercayaan lama, Bumburaya ini akan datang setelah orang mati dikuburkan untuk memakan mayatnya, ini sebabnya ada kepercayaan Kaharingan menunggui orang mati sampai tiga hari di kuburannya. Selama tiga hari Tanghi menangis dikuburan ayahnya itu ternyata Bumburaya tidak berani mendekat, setelah Tanghi tertidur dikira Bumburaya kuburan itu sudah tidak ada lagi yang menjaganya. Mulailah Bumburaya dengan ganasnya menggali tanah untuk mencari mayat di dalamnya, Tanghi yang tadi tertidur tiba-tiba terbangun mendengar bunyi kuburan digali. Tanghi mencari-cari asal suara itu, dilihatnya di dalam kuburan ada makhluk asing yang hanya pernah didengarnya dari cerita orang tua dulu. Di sekitar kuburan yang digali tadi terdapat Salipang (tas kecil dari rotan yang digantungkan di bahu), menurut cerita salipang ini adalah tempat Bumburaya menyimpan ilmu kesaktiannya. Dengan mengendap-endap Tanghi mendekati salipang yang ditinggal di atas liang dan segera mengambilnya, Bumburaya terkejut mencium bau manusia hidup, segera ia bangkit dengan pandangan mengerikan dan mengancam didekatinya Tanghi yang sedang memegang salipang miliknya. Tetapi Tanghi tidak merasa gentar, karena dalam kesedihannya ia tidak peduli lagi apakah hidup atau mati.
Melihat manusia yang ada dihadapannya tidak takut, Bumburaya melunak dan berusaha membujuk Tanghi untuk mengembalikan salipang miliknya. Rupanya tanpa salipang miliknya Bumburaya tidak memiliki kekuatan apa-apa kalau ingin menghadapi manusia.
bulikakan pang salipang ampun diaku” bujuk Bumburaya. (kembalikan salipang milikku)
kada handak, ikam sudah maulah idabul lawan kuburan abah diaku” tolak Tanghi (tidak mau, kamu sudah berlaku jahat terhadap kuburan ayahku)
lamun kada handak mambulikakan jua kubunuh ikam!” ancam Bumburaya (kalau tidak mau mengembalikan akan kubunuh)
bunuh ha, aku ni kadada guna hidup di dunia lagi, kadada wadah mangadu, kadada rumah wadah banaung, baik aku mati ha daripada marista mananggung darita” tantang Tanghi (bunuhlah, tidak ada gunanya lagi aku hidup di dunia, tidak ada tempat mengadu dan rumah tempat bernaung, lebih baik mati saja daripada merana menanggung derita)
ikam masih halus, mun balum masanya mati kada kawa diaku mambunuh ikam” kata Bumburaya (kamu masih kecil, kalau belum waktunya mati, aku tidak bisa membunuh kamu)
Adegan bujuk membujuk ini berlangsung lama, Tanghi tetap pada pendiriannya untuk minta bunuh, minta mati kepada Bumburaya. Sedangkan Bumburaya tidak mau membunuh Tanghi karena menurutnya belum waktunya Tanghi mati. Akhirnya Tanghi membujuk Bumburaya untuk menghidupkan kembali ayahnya, tetapi Bumburaya memberi peringatan bahwa tubuh ayahnya sudah sebagian hancur apabila dihidupkan akan menjadi bentuk yang mengerikan. Tanghi bersedia apapun bentuk ayahnya asal bisa tetap hidup bersamanya. Maka mulailah Bumburaya menghidupkan ayah Tanghi, ternyata memang benar saat ayah Tanghi bangkit, matanya dan sebagian besar tubuh sudah dimakan ulat dan mengerikan. Tanghi melihat kondisi ayahnya malah ketakutan, ia minta kepada Bumburaya untuk mengembalikan saja ayahnya dalam kubur. Bumburaya pun kembali mematikan ayah Tanghi dan mengembalikan mayatnya dalam kubur.
Setelah keinginan Tanghi dipenuhi ternyata Tanghi tetap tidak mau mengembalikan salipang milik Bumburaya. Tidak kehabisan akal Bumburaya pun membujuk Tanghi dengan kesaktian miliknya.
apa maksud ikam” tanya Tanghi (apa maksudmu)
gasan ikam kubariakan minyak nang ada di dalam salipang itu, minyaknya bahasiat banar, urang garing wan urang nang sudah mati kawa ikam tambai mun disapuakan minyak ngini” terang Bumburaya (untukmu kuberikan minyak yang ada di dalam salipang, minyaknya sangat berkhasiat, orang sakit dan orang mati bisa disembuhkan kalau diusapkan minyak ini)
“mun kaya itu, aku hakun” kata Tanghi (kalau begitu aku bersedia)
tapi ada sabuting syaratnya, ikam kada bulih jauh-jauh manambai urang, batasnya kada bulih tapamalam di wadah urang nang ikam datangi itu” kata Bumburaya lagi (tapi ada satu syaratnya, kamu tidak boleh terlalu jauh mengobati orang, batasnya tidak boleh sampai bermalam di tempat orang yang akan diobati)
“kanapa kaya itu?” tanya Tanghi (mengapa seperti itu?)
“mun ikam kawa sakahandak hati maubati urang nang garing sampai jauh-jauh, kadada lagi kena urang mati maka kadada lagi mayat gasan aku makan” Bumburaya menerangkan (kalau kamu bisa sekehendak hati mengobati orang sampai jauh, tidak ada lagi orang yang mati, maka tidak ada mayat untuk aku makan)
Tanghi pun setuju, dikembalikannya salipang milik Bumburaya, setelah itu segera Bumburaya memberikan ilmunya serta minyak untuk mengobati orang sakit bahkan orang yang sudah mati kepada Tanghi. Akhirnya Tanghi menjadi pananambaan (tabib) yang sanggup mengobati sakit apa saja dan menghidupkan kembali orang yang mati. Nama Tanghi semakin terkenal, berduyun-duyun orang menemuinya, bagi yang sakit ringan datang sendiri, yang sakit berat didatangi ke rumah tetapi Tanghi tetap memegang syarat untuk tidak terlalu jauh menambai (mengobati) orang. Karena ketenarannya itu ia mendapat gelar Balian Mambur konon cara Balian ini masih dipakai sampai sekarang.
Dalam kepercayaan Kaharingan, upacara Balian dilakukan dengan cara : mula-mula keluarga si sakit menyediakan sepotong kayu yang diukir menyerupai manusia, ada juga berbentuk Naga dan Ular terbuat dari kayu Pulantan yang ringan. Di tengah balai disediakan tempat berbentuk lingkaran yang bernama langgatan ( tempat meletakkan peralatan upacara) disini diletakkan patung sebagai lambang dewa-dewa yang dipuja. Selama melakukan balian, gendang dibunyikan dan gelang hiyang dihentakan. Gelang Hiyang terbuat dari gangsa dan jumlah yang dipakai oleh seorang Balian menunjukkan kesaktiannya. Balian tingkat tertinggi memakai 3 gelang hiyang. Langgatan dihiasi pula dengan anyaman pucuk enau, di dalamnya diletakkan bakul dengan bermacam motif dan bentuk. Motif dan bentuk bakul ini ada yang dinamakan pipit mandi, mayang merekah, naga maulit (melingkar) dan sebagainya. Isi bakul merupakan sesajian bagi dewa-dewa berupa beras, lamang, ayam, dan lain-lain sesuai keinginan Balian. Kerja Balian dalam mengobati ini disebut batutulung. Dalam upacara batutulung orang yang sakit diletakkan membujur, dan selama siang malam sang Balian batandik (menari setengah loncat) di sekeliling orang sampai akhirnya sembuh.
Beberapa tahun kemudian Tanghi sudah tua dan berkeluarga serta semakin terkenal. Rupanya dengan ketenarannya itu dan niat baik Tanghi membuatnya lupa untuk tidak mengobati orang jauh-jauh sehingga Bumburaya tidak mempunyai makanan mayat lagi di sekitar sana dan akhirnya pergi meninggalkan Tanghi. Akibatnya ada orang yang iri dan mengetahui rahasia perjanjian Tanghi dengan Bumburaya. Saat Tanghi melakukan pengobatan yang jauh, orang yang iri itu menculik anak dan istri Tanghi kemudian membunuhnya, supaya Tanghi tidak bisa lagi menghidupkan dibakarnya mayat mereka berdua dan abunya dibuang ke sungai.
Saat Tanghi pulang dia tidak menemukan anak dan istrinya, kata orang kampung mereka berdua sudah dibunuh dan dibakar tanpa ada sisa mayatnya lagi. Mendengar ini Tanghi pun kehilangan semangat hidup, pikirnya buat apa dia bisa mengobati orang tetapi keluarga sendiri tidak bisa disembuhkan. Akhirnya Tanghi bertekad tidak ingin lagi menemui manusia, dia bersumpah bila manusia ingin bantuannya harus mengadakan upacara balian delapan hari delapan malam tanpa makan dan tidur terus menerus batandik. Setelah mengucapkan sumpah itu Tanghi menghilang jasadnya mendewata dan tidak bisa lagi ditemui manusia.
Sejak saat itu di kepercayaan Kaharingan bermunculan Balian-Balian lainnya untuk melakukan pengobatan tetapi tidak ada yang sehebat Balian Mambur yang sampai bisa menghidupkan orang mati. Balian yang lain selalu berupaya memanggil Balian Mambur tetapi tidak ada yang sanggup. Menurut kepercayaan apabila ada orang Dayak bukit sakit kemudian diobati Balian tetapi tidak berhasil berarti Balian Mambur tidak sudi datang menolong mereka.



Semoga Bermamfaat

Anak Sima Bayi Pemakan Jantung (Cerita Rakyat Kalimantan Selatan)



Cerita rakyat Anak Sima ini penuh misteri, ada beberapa sumber yang saya temui menceritakan bahwa sewaktu beliau kecil memang pernah mendengar jeritan tangis Anak Sima. Cerita ini berkembang di daerah hulu sungai, waktu itu pernah menjadi cerita yang menghebohkan tetapi sekarang tidak banyak lagi anak muda yang mengetahui kisahnya.
Anak Sima berasal dari anak kapang (anak terlahir dari hubungan tidak sah), karena merupakan anak hubungan gelap maka ibu sang bayi membuangnya ke dalam hutan lebat setelah dilahirkan, untuk membuang rasa malu. Bayi yang baru lahir ini menangis sejadi-jadinya karena ia merasa lapar dan kedinginan. Berhari-hari menangis tidak ada seorang pun yang mendengar sehingga hampir mati.
Tiba-tiba saat itu lewatlah Takau (jenis hantu paling kuat dalam cerita rakyat Kalsel, bisa berubah bermacam bentuk dan ilmunya sangat tinggi). Takau yang lewat ini sangat kelaparan, saat ia mendengar tangisan bayi segera ia menuju ke sumber suara.
” aumm (takau dalam bentuk macan) laparnya ai parut ku, nyaman banar bisa bayi ngini lamun kumakan” geram Takau (lapar sekali perutku, sungguh lezat kalau bayi ini kumakan).
Takau pun segera mendekati bayi itu, bayi yang menangis disentuhnya tiba-tiba berhenti menangis. Takau terpesona melihat kecakapan anak ini. Rambutnya ikal,hidung mancung, matanya bulat, bibirnya merah delima, dan tersenyum dengan sangat manis. Takau berubah menjadi bentuk manusia, digendongnya dengan mesra bayi itu, di dalam hatinya tidak ada lagi maksud untuk memakan bayi ini.
“bah, baik ku bawa bulik haja bayi ngini, bungas banar, kujadiakan anakku, kusayangi wan kupalihara” kata Takau kegirangan (wah, sebaiknya kubawa pulang saja bayi ini, cantik sekali, aku jadikan anakku, aku sayangi dan aku pelihara). Bertahun-tahun Takau memelihara bayi yang diberinya nama Anak Sima, tetapi anehnya Anak Sima ini tidak bertambah dewasa bentuknya tetap seorang bayi. Karena dipelihara oleh hantu, maka Anak Sima pun memiliki ilmu hantu dari Takau. Takau dan Anak Sima selalu mengembara ke hutan-hutan, kadang digendong kadang dihambin (digendong di punggung/dibopong) Takau sangat menyayangi Anak Sima. Saat Anak Sima lapar maka ia akan pergi sendiri mencari makanannya. Jenis makanan yang paling disukai Anak Sima adalah jantung manusia hidup.
Anak Sima mempunyai ilmu yang lumayan hebat semacam ilmu pengasih, dengan tangisannya orang akan terpesona sehingga mencari-cari sumber suara, setelah orang itu mendekat Anak Sima dengan mesra akan memanggil orang itu ‘Uma-Uma’ (mama). Orang yang dipanggil akan merasa kasihan dan sayang sehingga tidak mampu menahan keinginan untuk menggendong Anak Sima.
Pada suatu ketika, ada seorang ibu tua yang sedang mengumpulkan kayu bakar memasak di hutan. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh bunyi suara tangisan bayi, meskipun dalam pikirannya bingung ada tangis bayi dalam hutan, tetapi tangisan itu sangat menggoda untuk dicari. Diperhatikannya sekeliling untuk mencari sumber tangisan itu, didekatinya, ketika sampai dibawah pohon dilihatnya ada seorang bayi yang sangat cantik rupanya.
“Uma” ujar bayi itu. Perempuan tua sangat terkejut mendengar panggilan itu. Langsung saja timbul rasa iba dan sayangnya pada bayi ini. Segera didekatinya bayi yang tadi memanggilnya dengan sebutan mama.
kur sumangat, anakku” ujarnya (semacam panggilan orang Melayu Banjar, maksudnya mengembalikan semangat yang hilang). Bayi ini segera digendongnya, tetapi anehnya si bayi hanya mau dihambin. Kehendaknya dituruti oleh ibu tua, dalam perjalanan pulang ke rumah dihambinnya bayi ini yang tak lain adalah Anak Sima.
Semakin jauh perjalanan, si perempuan tua semakin merasakan punggungnya berat dan pedih, padahal si bayi badannya ringan. Karena tidak tahan lagi ia pun menengok ke belakang, tetapi yang dilihatnya sangat mengerikan, Anak Sima sedikit demi sedikit memakan daging punggungnya sampai berlubang setelah itu diambilnya jantung kemudian dimakannya. Perempuan tua yang sudah diambil jantungnya segera ditinggalkan lari ke dalam hutan.
Begitulah cara Anak Sima menjerat korbannya. Begitu banyak korban berjatuhan di dalam hutan karena terpesona oleh Anak Sima ini. Semua korban ditemukan dalam keadaan yang hampir sama, tubuh bagian belakang berlubang dan jantungnya telah hilang.
Di daerah yang menjadi sumber cerita ini, sering terdengar bunyi tangisan bayi di samping rumah. Bayi ini menangis sambil memanggil Uma kepada orang di dalam rumah. Bagi yang sudah tahu maka akan menyahut “Aku lainan uma ikam. Uma ikam di anu / di kampung anu” (aku bukan ibumu, ibumu di anu / di kampung anu). Maka Anak Sima yang mendengar jawaban tadi akan segera pergi ke tempat yang disebutkan oleh yang punya rumah. Sehingga terhindarlah mereka dari ancaman Anak Sima.
Menurut kepercayaan, rambut Anak Sima mampu memberi ilmu. Barangsiapa yang memiliki rambut Anak Sima akan mempunyai ilmu menghilang, kebal senjata, dan kaya raya. Tetapi sampai saat ini menurut cerita tidak ada seorang pun yang mampu menangkap Anak Sima untuk dipotong rambutnya.


Semoga Bermamfaat

Balai Amas dan Batu Beranak (Kisah Cerita Rakyat Kalimantan Selatan)

Sumber: Kerajaan Banjar Virtual



Cerita ini oleh-oleh dari pulang kampung tempat mertua di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Asal mula cerita Balai Amas (Balai Emas) dan Batu Beranak ini merupakan sebuah tempat berdirinya pohon Ulin yang sangat besar.
Balai Emas dan Batu Beranak
Dahulu kala, disebuah pohon Ulin yang sangat besar ini hidup seekor burung Garuda yang setiap waktu kerjaannya memakan anak bayi yang masih di dalam ayunan. Karena semakin lama semakin meresahkan, para penduduk kampung bersepakat untuk memikirkan cara bagaimana menyingkirkan burung Garuda tersebut. Pohon Ulin itu mempunyai diameter kira-kira sama besarnya dengan rumah tipe 36. (Gambar bangunan di atas mencerminkan besarnya ukuran pohon kayu ulin tersebut.)
Berbagai macam peralatan dicobakan untuk menebang pohon ulin tersebut tetapi tidak satupun yang mampu menggores batang kayunya. Akhirnya ada seorang tetuha kampung setempat mencoba menumbangkan pohon tersebut dengan sebilah pisau. Dikorek perlahan-lahan akar pohon ulin tersebut dengan hanya menggunakan sebilah pisau kecil tidak disangka-sangka pohon Ulin raksasa inipun roboh bersama burung Garuda di atasnya. Konon, saking tinggi dan besarnya pohon Ulin ini pucuknya sampai roboh ke daerah Marabahan, Barito Kuala (± 50 km dari Banjarmasin, ± 200 km dari Kandangan), sehingga nama daerah itu disebut Marabahan yang berarti tempat rabah (roboh) pohon Ulin tadi.
Setelah keadaan aman, bekas tumbuh pohon Ulin tadi dibuat sebuah balai (ada gambarnya). Di balai inilah sejak dulu diadakan berbagai macam selamatan dan acara adat setiap tahunnya. Menurut informasi pada malam ahad ini tanggal 20 Oktober 2007 akan diadakan upacara Manaradak di balai tersebut, sebagai tanda awal menanam padi.
Di kampung ini juga ada dua buah tempat yang diyakini penduduk memiliki kesaktian, yaitu Batu Beranak. Tempat batu beranak ini asalnya tidak ada apa-apa, tiba-tiba bermunculan batu-batu memenuhi tempat tersebut sehingga oleh penduduk setempat diberi gelar Batu Beranak. Konon, ukuran batu yang ada disini bisa tumbuh berkembang sampai akhirnya melahirkan batu kecil di sekelilingnya, begitu seterusnya seperti siklus hidup manusia.
Pernah ada yang iseng-iseng mencoba mengukur batu tersebut, setiap hari Jumat batu yang sama diukur dan menurut keterangan para saksi batu yang diukur tersebut memang terus bertambah ukurannya. Pernah juga ada orang yang mengambil untuk dibawa pulang ternyata beberapa hari kemudian batunya hilang setelah diperiksa batu yang sama kembali ke tempatnya semula.
Demikian sekilas oleh-oleh cerita dari kampung dan memperkenalkan tempat yang diyakini masyarakat setempat sebagai tempat berkeramat sebagai bagian dari kekayaan budaya Banjar.
Bagi yang penasaran, silakan untuk mengunjungi dua tempat tersebut. Pisau yang digunakan untuk merobohkan pohon Ulin tadi masih disimpan secara turun temurun oleh penduduk kampung, bila berkunjung ke sana bisa mencari informasi lebih lanjut. Untuk sementara diberi photonya dulu.
Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Lok Lua/Sungai Naga (Cerita Rakyat Kalimantan Selatan)

Sumebr: Dunia_mu

Dahulu kala ada sebuah keluarga nelayan mempunyai seorang anak laki-laki. Bila mereka pergi bekerja, anaknya tinggal di rumah untuk menjaga rumah.

Pada suatu hari suami-isti nelayan itu memasuki alat penangkap ikan mereka yang berupa tangguk besar. Sial, seekor pun tidak ada yang masuk. Meskipun demikian mereka tidak putus asa. Tangguk tetap dimasukkan dan diangkat berulang-ulang tanpa mengenal lelah. Akhirnya, ketekunan meeka berhasil juga. Pada waktu mereka mengangkat tanggukmereka untuk kesekian kalinya, ternyata di dalamnya terdapat sebutir telur yang sangat besar. Karena ngeri benda ajaib itu, telur itu segera mereka masukkan kembali ke dalam air. Anehnya, setiap kali mereka mengangkat tangguknya, setiap kali ada pula telur itu dan setiap kali segera mereka masukkan kembali ke dalam air. Keadaan ini berulang terus, walaupun telah mereka pindahkan tangguk mereka ke tempat lain. Rupanya telur itu berkeras hati untuk tetap bersama mereka. Akhirnya, karena putus asa telur itu pun dibawa pulang.

Sesampainya di rumah, anak kesayangan mereka sedang tidur pulas. Karena tidak mendapatkan ikan, maka telur itu pun direbusnya. Setelah matang, telur itu mereka makan sebagai lauk teman nasi.

Begitu perut mereka kenyang, timbullah suatu keajaiban. Kedua suami istri itu perlahan-lahan berganti rupa menjadi dua ekor naga yang besar. Keajaiban ini tidak menimpa putra mereka karena ia belum sempat memakan telur itu.

Setelah terjaga dari tidurnya, anak itu pun menjadi ketakutan sewaktu melihat keadaan orang tuanya. Ia pun menangis karena sedih. Melihat itu, kedua naga itu segera menjilati pipi putra merekayang sangat mereka kasihi itu. Setelah anaknya tenang, ayahnya menasehati, agar tidak mekan telur di atas dulang. Telur itu adalah telur naga putih yang hidup di sungai tempat mereka sering mencari ikan dan siapa saja yang memakan telur itu akan menjadi naga seperti mereka. Setelah meninggalkan pesan itu, kedua naga itu pun terjun ke dalam sungai untuk bertempur dengan naga putih yang telah mengubah wujud mereka.

Dua pesan lainnya mereka berikan juga pada putranya. Apabila timbul darah mereh pada sungai, itu berarti mereka kalah. Namun, bila timbul darah putih, itu berarti naga putihlah yang kalah. Tanda hasil pergulatan itu akan terlihat apabila hujan turun rintik-rintik pada hari panas dan timbul pelangi di antara langit dan bumi.

Setelah orang tuanya masuk ke dalam sungai, anak itu duduk termenung. Ia terlalu kecil untuk menghadapi kenyataan hidup seperti itu. Setiap hari ia memandangi air sungai. Berharap agar kedua orang tuanya muncul lagi. Hingga pada suatu hari hujan turun rintik-rintik, di langit ada pelangi berwarna-warni, pada saat itulah air sungai mentembulkan warna putih seperti susu. Anak itu yakin sekarang kalau kedua orang tuanya telah memenangkanpertempuran denga si naga putih.

Namun, ayah dan ibunya tk pernah kembali ke rumah lagi. Anak itu menunggu di tepi sungai dan terus menunggu hingga akhir hayatnya ia memang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang tuanya.

Tempat kejadian cerita ini sekarang disebut Lok Si Naga atau Lok Lua artinya Sungai Naga.


Semoga Bermamfaat

Legenda Gunung Batu Bangkai (Cerita Rakyat Kalimantan Selatan)



Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia. Di daerah ini terdapat sebuah gunung yang memiliki nama yang cukup unik, yaitu Gunung Batu Bangkai. Masyarakat setempat menamakannya demikian, karena di gunung tersebut ada sebuah batu yang mirip dengan bangkai manusia. Konon, kehadiran batu bangkai tersebut berasal dari sebuah cerita legenda yang sampai saat ini masih berkembang di kalangan masyarakat Banjar Hulu di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Cerita legenda ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Andung Kuswara yang durhaka kepada umanya. Karena kedurhakaannya, Tuhan menghukum si Andung menjadi batu.
Legenda Batu BangkaiKonon pada zaman dahulu, di suatu tempat di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Andung Kuswara. Ia seorang anak yang baik dan pintar mengobati orang sakit. Ilmu pengobatan yang ia miliki diperoleh dari abahnya yang sudah lama meninggal. Andung dan umanya hidup rukun dan saling menyayangi. Setiap hari mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Andung mencari kayu bakar atau bambu ke hutan untuk membuat lanting untuk dijual, sedangkan umanya mencari buah-buahan dan daun-daunan muda untuk sayur.
Legenda Batu BangkaiSuatu hari, Andung pergi ke hutan seorang diri. Karena keasyikan bekerja, tak terasa waktu telah beranjak senja, maka ia pun bergegas pulang. Di tengah perjalanan, ia mendengar jeritan seseorang meminta tolong. Andung segera berlari menuju arah suara itu. Ternyata, didapatinya seorang kakek yang kakinya terjepit pohon. Andung segera menolong dan mengobati lukanya. “Terima kasih banyak, anakku!” kata orang tua itu. Dia kemudian mengambil sesuatu dari lehernya. “Hanya benda ini yang dapat kai berikan sebagai tanda terima kasih. Mudah-mudahan kalung ini membawa keberun­tungan bagimu,” ucap kakek itu seraya mengulurkan sebuah kalung kepada Andung. Setelah mengobati kakek itu, Andung bergegas pulang ke rumahnya.

Sesampai di rumah, Andung menceritakan kejadian tadi kepada umanya. Usai bercerita, Andung menyerahkan kalung pemberian kakek itu sambil berkata, “Uma, tolong simpan kalung ini baik-baik”. Umanya menerima dan memerhatikan benda itu dengan saksama. “Sepertinya ini bukan kalung sembarangan, Nak. Lihatlah, sungguh indah!” kata Uma Andung dengan takjub. Setelah itu, Uma Andung menyimpan kalung tersebut di bawah tempat tidurnya.

Kehidupan terus berjalan. Pada suatu hari, Andung terlihat termenung seorang diri. “Ya Tuhan, apakah kehidupanku akan seperti ini selamanya? Aku ingin hari depanku lebih baik daripada hari ini. Tapi…bagaimana caranya?” kata Andung dalam hati. Sejenak ia berpikir mencari jalan keluar. Tiba-tiba, terlintas dalam pikiran Andung untuk pergi merantau. “Hmm…lebih baik aku merantau saja. Dengan begitu aku dapat mengamalkan ilmu pengobatan yang telah aku peroleh dari abah dulu. Siapa tahu dengan merantau akan mengubah hidupku,” gumam Andung dengan semangat. Namun, apa yang ada dalam pikirannya tidak langsung ia utarakan kepada umanya. Rasa ragu masih menyelimuti hati dan pikirannya. Jika ia pergi merantau, tinggallah umanya sendiri. Tetapi, jika ia hanya mencari kayu bakar dan bambu setiap hari, lalu kapan kehidupannya bisa berubah. Pikiran-pikiran itulah yang ada dalam benaknya.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Andung benar-benar sudah tidak tahan lagi hidup miskin. Keraguannya untuk meninggalkan umanya pun lenyap. Dorongan hati Andung untuk merantau sudah tak terbendung lagi. Suatu hari, ia pun mengutarakan maksud hatinya kepada umanya. “Uma, Andung ingin mengubah nasib kita. Andung memutuskan untuk merantau ke negeri seberang. Oleh karena itu, Andung mohon izin dan doa restu, Uma,” kata Andung dengan hati-hati memohon pengertian umanya. “Anakku, sebenarnya Uma sudah bersyukur dengan keadaan kita saat ini. Tetapi, jika keinginan hatimu sudah tak terbendung lagi, dengan berat hati Uma akan melepas kepergianmu,” sahut Uma Andung memberikan izin.

Setelah mendapat restu dari umanya, Andung segera berkemas dengan bekal seadanya. Andung membawa masing-masing sehelai kain, baju dan celana. Memang hanya itu yang ia miliki. Ketika Andung hendak meninggalkan gubuk reotnya, Uma berpesan kepadanya. “Andung ..., ingatlah Uma! Ingat kampung halaman dan tanah leluhur kita. Jangan pernah melupakan Tuhan Yang Mahakuasa. Walau berat, Uma tak bisa melarangmu pergi. Jika takdir menghendaki, kita tentu akan berkumpul kembali,” kata sang Uma dengan sedihnya.

Mendengar nasihat umanya, Andung tak kuasa menahan air matanya. “Andung, bawalah kalungmu ini. Siapa tahu kelak kamu memerlukannya,” ujar Uma Andung melanjutkan. Setelah menerima kalung itu, Andung kemudian berpamitan kepada umanya. Andung mencium tangan umanya, lalu umanya membalasnya dengan pelukan erat. Sesaat, suasana haru pun meliputi hati keduanya. Ketika Uma memeluk Andung, beberapa tetes air mata menyucur dari kelopak matanya, jatuh di atas pundak Andung. “Maafkan Andung, Uma! Andung berjanji akan segera kembali jika sudah berhasil,” kata Andung memberi harapan kepada umanya. “Iya Nak. Cepatlah kembali kalau sudah berhasil! Hanya kamulah satu-satunya milik Uma di dunia ini,” jawab Uma penuh harapan. Beberapa saat kemudian, Uma berucap kepada Andung. “Segeralah berangkat Andung, agar kamu tak kemalaman di tengah hutan.” 

Andung mencium tangan umanya untuk terakhir kalinya, lalu pamit. Andung berangkat diiringi lambaian tangan Uma yang sangat dikasihinya. “Selamat jalan, anakku. Jangan lupa cepat kembali,” teriak Uma dengan suara serak. “Tentu, Uma!” sahut Andung sambil berjalan menoleh ke arah umanya. “Jaga diri baik-baik, Uma! Selamat tinggal! Uma baru beranjak dari tempatnya setelah Andung yang sangat disayanginya hilang di balik pepohonan hutan. Sejak itu, tinggallah Uma Andung sendirian di tengah hutan belantara. 

Berbulan-bulan sudah Andung meninggalkan umanya. Andung terus berjalan. Banyak kampung dan negeri telah dilewati. Berbagai pengalaman didapat. Ia juga telah mengobati setiap orang yang memerlukan bantuannya.

Suatu siang yang terik, tibalah Andung di Kerajaan Basiang yang tampak sunyi. Saat menyusuri jalan desa, Andung bertemu dengan seorang petani yang kulitnya penuh dengan koreng dan bisul. Andung kemudian mengobati petani itu. Dari orang tersebut Andung mengetahui jika Negeri Basiang sedang tertimpa malapetaka berupa wabah penyakit kulit. Karena berhutang budi kepada Andung, orang itu mengajak Andung tinggal di rumahnya. Setiap hari, penduduk yang terjangkit penyakit berdatangan ke rumah orang tua itu untuk berobat kepada Andung. Seluruh penduduk yang telah diobati oleh Andung sembuh dari penyakitnya. Berita perihal kepandaian Andung dalam mengobati pun menyebar ke seluruh negeri.

Suatu hari, berita kepandaian Andung mengobati penyakit tersebut akhirnya sampai ke telinga Raja Basiang. Sang Raja pun mengutus hulubalang menjemput Andung untuk mengobati putrinya. Beberapa lama kemudian, hulubalang tersebut sudah kembali ke istana bersama Andung. Andung yang miskin dan kampungan itu sangat takjub melihat keindahan bangunan istana. Ia berjalan sambil mengamati setiap sudut istana yang dihiasi ratna mutu manikan. Tak disadari, ternyata sang Raja sudah ada di hadapannya. Andung pun segera memberi salam dan hormat kepadanya. “Salam sejahtera, Tuanku,” sapa Andung kepada Baginda.

Sang Raja menyambut Andung dengan penuh harapan. Dia kemudian menyampaikan maksudnya kepada Andung. “Hai anak muda! Ketahuilah, putriku sudah dua minggu tergolek tak berdaya. Semua tabib di negeri ini sudah saya kerahkan untuk mengobatinya, namun tak seorang pun yang mampu menyembuhkannya. Apakah kamu bersedia menyembuhkan putriku?” tanya sang Raja. “Hamba hanya seorang pengembara miskin. Pengetahuan obat-obatan yang hamba miliki pun sedikit. Jika nantinya hamba gagal menyembuhkan Tuan Putri, hamba mohon ampun Paduka,” kata Andung merendah.

Andung pun dipersilakan masuk ke kamar Putri. Putri tergolek kaku di atas pembaringannya. Wajahnya pucat pasi dan bibirnya tertutup rapat. Walupun pucat pasi,  wajah sang Putri tetap memancarkan sinar kecantikannya. “Aduhai, cantik sangat sang Putri,” ucap Andung menaruh hati kepada sang Putri. Sesaat kemudian, Andung pun mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk membangunkan sang Putri. Namun, sang Putri tetap tak bergerak. Andung mulai panik. Tiba-tiba, hati Andung tergerak untuk mengambil kalung pemberian kakek yang ditolongnya dulu. Andung meminta kepada pegawai istana agar disiapkan air dalam mangkuk. Setelah air tersedia, lalu Andung segera merendam kalungnya beberapa saat. Kemudian air rendaman diambil dan dibacakan doa, lalu ia percikkan beberapa kali ke mulut sang Putri. Tak berapa kemudian, sang Putri pun terbangun. Matanya yang kuyu perlahan-lahan terbuka. Wajahnya segar kembali. Akhirnya, Putri dapat bangkit dan duduk di pembaringan.

Semua penghuni istana turut bergembira dan merayakan kesembuhan sang Putri. Paduka Raja sangat berterima kasih atas kesembuhan putri satu-satunya yang sangat ia cintai Atas jasanya tersebut, Andung kemudian dinikahkan dengan sang Putri. Pesta perkawinan dilaksanakan tujuh hari tujuh malam. Semua rakyat bersuka ria merayakannya. Putri tampak berbahagia menerima Andung sebagai suaminya. Demikian pula Andung yang sejak pandangan pertama sudah jatuh cinta pada sang Putri. Mereka berdua melalui hari-hari dengan hidup bahagia.

Minggu dan bulan terus berganti. Istri Andung pun hamil. Dalam kondisi hamil muda sang Putri mengidam buah kasturi yang hanya tumbuh di Pulau Kalimantan. Karena cintanya kepada sang Putri begitu besar, Andung pun mengajak beberapa hulubalang dan prajurit untuk ikut bersamanya mencari buah kasturi ke Pulau Kalimantan.

Setibanya di Pulau Kalimantan, Andung berangkat ke daerah Loksado untuk mencari sebatang pohon kasturi yang dikabarkan sedang berbuah di sana. Alangkah terkejutnya Andung, karena pohon kasturi itu berada tepat di depan rumahnya dulu.  Andung segera mengajak hulubalang dan para prajuritnya kembali. Rupanya ia tidak mau bertemu dengan umanya.

Mendengar keributan di luar rumahnya, seorang nenek tua renta berjalan terseok-seok menuju ke arah rombongan tersebut. “Andung..., Andung Anakku...!” suara nenek tua yang serak memanggil Andung. Dengan terbungkuk-bungkuk nenek itu mengejar rombongan Andung.

Andung menoleh. Ia tersentak kaget melihat sang Uma yang dulu ditinggalkannya sudah tua renta. Karena malu mengakui sebagai umanya, Andung membentak, “Hai nenek tua! Aku adalah raja keturunan bangsawan. Aku tidak kenal dengan nenek renta dan dekil sepertimu! ujar Andung kemudian memalingkan muka dan pergi.
Legenda Batu BangkaiHancur luluh hati sang Uma dibentak dan dicaci maki oleh putra kandungnya sendiri. Nenek tua yang malang itu pun berdoa, “Ya, Tuhan Yang Mahakuasa, tunjukkanlah kekuasaan dan keadilan-Mu,” tua renta itu berucap pelan dengan bibir bergetar. Belum kering air liur tua renta itu berdoa, halilintar sambar-menyambar membelah bumi. Kilat sambung-menyambung. Langit mendadak gelap gulita. Badai bertiup menghempas keras. Tak lama kemudian, hujan lebat tumpah dari langit. Andung berteriak dengan keras, “Maafkan aku, Uma...!” Tapi siksa Tuhan tak dapat dicabut lagi. Tiba-tiba Andung berubah menjadi batu berbentuk bangkai manusia.

Sejak itu, penduduk di sekitarnnya menamai gunung tempat peristiwa itu terjadi dengan sebutan Gunung Batu Bangkai, karena batu yang mirip bangkai manusia itu berada di atas gunung. Gunung Batu Bangkai ini dapat dijumpai di Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (SM/sas/8/7-07).

Lanting : rakit kecil.                            
Uma : ibu                                       
Kai : kakek
Abah : ayah




Article Directory: http://www.sumbercerita.com
Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Adicita Karya Nusa, 2006.

Semoga Bermamfaat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites